Update Data BNPB: Korban Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Melonjak jadi 179 Jiwa
Infogarut.id– Bencana hidrometeorologi, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak yang memprihatinkan. Hingga Jumat (28/11/2025) sore, data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan pada jumlah korban jiwa, mencapai 179 orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) Suharyanto menyampaikan kepada awak media bahwa bencana ini melanda tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi Picu Banjir di Tiga Kampung Cisurupan, Garut
Peta Dampak Bencana di Tiga Provinsi
Berdasarkan konferensi pers yang digelar di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumut, Letjen Suharyanto memaparkan data korban terbaru yang mencakup korban meninggal dunia, hilang, dan luka-luka:
-
Total Korban Meninggal Dunia: 174 jiwa
-
Total Korban Hilang: 79 jiwa
-
Total Korban Luka-luka: 12 jiwa
Adapun rincian korban meninggal dunia per provinsi, yang menjadi perhatian utama, adalah sebagai berikut:
|
Provinsi |
Korban Meninggal Dunia (Sementara) |
|
Sumatera Utara (Sumut) |
116 orang |
|
Aceh |
35 orang |
|
Sumatera Barat (Sumbar) |
23 orang |
|
Total |
174 orang |
Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Melanda Garut, Puluhan Rumah dan Sekolah Terdampak
Fokus Utama di Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni mencapai 116 orang meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian. Korban tersebar di berbagai wilayah terdampak, di antaranya:
-
Tapanuli Tengah: 51 orang
-
Tapanuli Selatan: 32 orang
-
Kota Sibolga: 17 orang
-
Tapanuli Utara: 11 orang
-
Humbang Hasundutan: 6 orang
"Kami masih terus melakukan pencarian terhadap korban bencana. Ada sejumlah titik yang belum bisa ditembus oleh personel gabungan karena terjadinya bencana longsor yang parah," jelas Suharyanto.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.